Pertimbangan Financial Consultant Saat Melakukan Personal Financial Planning

  • admin
  • March 6, 2020
  • Comments Off on Pertimbangan Financial Consultant Saat Melakukan Personal Financial Planning
Pertimbangan Financial Consultant Saat Melakukan Personal Financial Planning

Personal financial consultant merupakan suatu perencanaan keuangan yang disusun untuk mencapai kesejahteraan financial dan pencapaian tujuan keuangan individu atau disebut prosesnya yaitu personal financial planning. Dalam Personal financial planning diperlukan untuk mencapai suatu sasaran yang diharapkan dapat terwujud.

Personal Planning dapat membantu dalam mengarahkan pemasukan dan pengeluaran income seseorang menjadi lebih tepat sasaran sesuai dengan goal yang dituju. Personal Financial Planning disini dapat menjadi sebuah kompas yang membantu dalam menentukan arah dalam pencapaian sasaran.

Kebanyakan dari personal financial planning pada individu tersebut gagal dalam penerapannya. Kegagalan penerapan tersebut umumnya disebabkan karena dua hal yaitu ketidaktepatan waktu dalam penyusunan personal financial planning dan tidak adanya goal yang jelas sebagai sasaran dari personal financial planning. Untuk itu terdapat pertimbangan persoalan personal financial consultant

Memperjelas Tujuan Personal Financial Consultant

Beberapa tips dalam menyusun tujuan financial planning dapat disingkat dengan akronim SMART yaitu : Specific, Measurable, Achievable, Realistic,dan Teambound).

  1. Specific (jelas dan rinci)

Pembuatan personal financial planning harus detail sehingga jelas dan terperinci. Tujuan financial planning harus didefinisikan sehingga terdapat keselarasan antara tujuan, cara pencapaian, dan hasil. Tujuan financial planning dapat beragam bergantung pada ruang lingkup seseorang secara makro.

  1. Measurable (terukur)

Personal financial consultant harus memiliki ukuran yang jelas saat melakukan planning. Kesuksesan dalam personal financial planning akan terlihat dari tingkat keberhasilan dari pencapaian tujuan yang telah spesifik. Proses pengukuran pada personal financial planning dapat dilakukan secara berkala.

Pengukuran awal hendaknya dilakukan dalam jangka waktu kurang dari setahun agar dapat dilakukan evaluasi dan meminimalisir adanya resiko serta perubahan asumsi selama proses implementasi. Pengukuran dilakukan dengan melihat varians antara planning yang dibuat dengan hasil riil yang dicapai.

  1. Achievable (dapat dicapai)

Personal Financial Planning goal harus dapat dicapai. Pada hal ini dalam menilai apakah tujuan dapat dicapai atau tidak dapat menggunakan pengalaman dari masa lalu.

  1. Realistik (dapat terealisasi)

Realistik maksudnya adalah suatu personal financial planning harus dapat diwujudkan baik oleh financial consultant personal ataupun individu dan masih mungkin untuk direalisasikan. Realistik erat kaitannya dengan kemungkinan untuk suatu tujuan dicapai.

  1. Time bound (terdapat tenggat waktu)

Tenggat waktu dalam pencapaian suatu personal financial planning. Selama proses financial planning harus ditetapkan sampai kapan penerapan dari personal financial planning akan digunakan. Tenggat waktu akan bermanfaat sebagai acuan untuk evaluasi keberhasilan pencapaian dalam suatu periode tertentu.

Personal Financial Consultant Mengevaluasi Kondisi Financial di Masa Lalu

Untuk kondisi personal saat ini terkait dengan pemasukan dan pengeluaran dari personal pada masa lalu. Kondisi financial dimasa lalu terkait dengan pengalaman dari personal dalam mengatur dan membelanjakan hartanya.

Kondisi financial pada masa lalu dapat menjadi pertimbangan untuk menganalisa risiko dan peluang yang dapat muncul. Dengan menganalisa dari risiko dan peluang tersebut seseorang dapat memprediksi bagaimana planning yang seharusnya kedepan dengan antisipasi dari risiko dan peluang tersebut.

Contoh dari kondisi financial di masa lalu misalnya tahun 2012 individu A banyak melakukan pengeluaran untuk pembelian barang elektronik dengan kartu kredit sehingga saldo hutangnya menjadi melebihi 40% dari total aset yang dimiliki. Pada tahun 2013 individu A tadi dalam menyusun perencanaan keuangan miliknya oleh financial consultant akan lebih berhati-hati dalam berbelanja dengan kartu kredit.